Showing posts with label Lokal. Show all posts
Showing posts with label Lokal. Show all posts

Thursday, 4 October 2012

Permohonan Perubahan Rencana Proyek Normalisasi Pesanggerahan Paket 3 di Perumahan Cirendeu Permai

Tangerang Selatan, 27 September 2012

Nomor : 01/IX/2012
Lampiran : 2 (dua)
Perihal : Permohonan Perubahan Trace Normalisasi Sungai Pesanggerahan Paket 3

 

Kepada YTH:
Kepala Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane
Bapak Imam Santoso
Di Jakarta

 

Dengan Hormat,

Pada hari Kamis tanggal 6 September 2012, telah diadakan pertemuan yang membahas mengenai Proyek Normalisasi Sungai Pesanggerahan yang bertempat di kediaman Ketua RW 012, Bapak Seto Mulyadi. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane (Bapak Pudji Rahardjo), PT Pembangunan Perumahan (Bapak Teguh), Bina Marga Sub Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Daerah Tangerang Selatan (Bapak Aji Awan dan Bapak Budi Rahardjo), Konsultan Bina Marga (Bapak Sulistiono) dan segenap warga Perumahan Cirendeu Permai yang terkena dampak rencana Proyek Normalisasi Sungai Pesanggerahan Paket 3. kami telah sepakat untuk dilakukannya pemasangan patok sebagai identifikasi wilayah pelaksanaan Proyek Normalisasi Sungai, namun patok tersebut belum merupakan hasil akhir yang harus dilaksanakan oleh pelaksana proyek. Berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan tersebut, gambar rencana dan jalan inspeksi masih dapat dirubah sesuai dengan mufakat dan kesepakatan dengan warga.

Sebagai warga negara yang baik, kami sangat mendukung program pemerintah pusat untuk mengendalikan bencana banjir di wilayah Jabodetabek, yang salah satu usahanya adalah dengan melakukan normalisasi Sungai Pesanggerahan. Namun apabila diperkenankan, kami ingin mengajukan permohonan untuk dapat merubah rencana awal Proyek Normalisasi Sungai Pesanggerahan Paket 3, mulai dari titik 22+250 sampai dengan titik 22+500 seperti yang dapat dilihat dalam gambar terlampir.

Perubahan yang kami mohon untuk dapat dipertimbangkan adalah untuk merubah trace di titik 22+500 yang rencana awalnya mengikuti alur sungai berbelok ke arah barat laut, menjadi lurus ke arah utara sampai bertemu kembali dengan titik 22+250 dan kemudian dilanjutkan sesuai dengan rencana awal. Harus kami akui bahwa permohonan kami ini belum kami uji kelayakannya secara teknis. Maka kami mohon kiranya dapat dipertimbangkan dan diteliti secara teknis oleh pihak-pihak yang menguasai bidang ini.

Adapun alasan kami mengajukan permohonan seperti tersebut diatas adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan proyek menjadi lebih efektif dan efisien

Rencana awal dari titik 22-500 yang mengikuti alur sungai berbelok ke barat laut, harus memotong Jalan Lembah Cirendeu Permai I, kemudian memotong Jalan Bukit Cirenedeu Permai Raya. Pada area di sepanjang jalan tersebut terdapat sekitar 18 bangunan rumah yang berpenghuni. Oleh sebab itu apabila rencana awal ini dijalankan, akan terjadi proses negosiasi untuk ke-18 kepala keluarga yang menghuni rumah-rumah tersebut. Hal ini tentu akan memakan waktu, tenaga dan terutama biaya ganti untung pembebasan lahan yang tidak sedikit.

Apabila permohonan kami dapat diterima, maka proyek normalisasi dari titik 22+500 lurus ke arah utara menuju 1 buah rumah, dan sebidang tanah kosong yang tidak ada bangunan permanen diatasnya. Hal ini tentu akan jauh lebih efektif dan efisien ditinjau dari aspek teknis, waktu dan biaya ganti untung.

2. Tidak terjadi perubahan sosial lingkungan dan ekonomi yang terlalu drastis

Apabila rencana awal proyek normalisasi di Perumahan Cirendeu Permai dijalankan maka akan membawa dampak yang secara garis besar adalah sebagai berikut:

  • Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pemerintah Daerah Tangerang Selatan atas rumah-rumah yang dibebaskan, secara permanen akan hilang. Selain itu, pada opsi ini Pemerintah Daerah Tangerang Selatan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk pembebasan lahan dan ganti untung di wilayah Tangerang Selatan, yang menjadi beban tanggung jawab pemerintah daerah.
    Sedangkan apabila permohonan kami dapat disetujui, maka Pemerintah Daerah Tangerang Selatan tidak perlu mengeluarkan dana pembebasan lahan terlalu besar dan tidak akan kehilangan setoran Pajak Bumi dan Bangunan dari rumah-rumah yang ada di sepanjang Jalan Lembah Cirendeu Permai I. Dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, diharapkan dapat tercapai kesepakatan yang lebih baik bagi semua pihak yang berkepentingan disini.
  • Jumlah penduduk di Perumahan Cirendeu Permai, khususnya di wilayah RT 02 akan jauh berkurang dan hal ini membuat kondisi lingkungan dan sosial ekonomi di Perumahan Cirendeu Permai akan sangat berubah. Namun apabila permohonan kami dapat diperkenankan, maka perubahan akan tetap terjadi, namun tidak sebesar perubahan yang mungkin terjadi pada rencana awal. Perubahan memang pasti terjadi dalam mega proyek ini. Namun demikian, kami mohon agar dipertimbangkan usulan kami ini sehingga perubahan yang ada sebisa mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan sosial Perumahan Cirendeu Permai.

3. Pemanfaatan lahan secara maksimal

Selama ini, bidang tanah di Jalan Cirendeu Permai VI adalah lahan tidur yang tidak dimanfaatkan. Lahan ini kemudian menjadi tempat pembuangan sampah tidak resmi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disebabkan oleh posisi bidang tanah ini yang berada di Jalan Cirendeu Permai VI yang relatif lebih sepi, karena jarang dilalui warga. Akibatnya pengawasan terhadap lahan kosong ini sedikit sulit. Berbeda halnya apabila permohonan kami dapat direalisasikan, maka akan terbentuk lahan baru di sebelah barat sungai, yang dapat diawasi oleh lebih banyak warga.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka kami mengajukan permohonan ini, dan bersamaan dengan pengajuan permohonan tersebut, kami juga akan melakukan pendekatan kepada pemilik bidang tanah yang dimaksud dalam surat ini, yaitu Bapak Seto Mulyadi dan Bapak Suyanto Sidik. Sebagai bahan pertimbangan kami lampirkan gambar denah trace yang melalui perumahan kami dengan penyesuaian yang kami mohon dapat dipertimbangkan.

Demikian atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih

Koordinator Warga Terdampak Proyek Normalisasi Sungai Persanggerahan Perumahan Cirendeu Permai

 

 

                        M. Yusuf

 

 

Tembusan Kepada Yth:

1. Walikota Tangerang Selatan

2. Ketua DPRD Tangerang Selatan

3. Kepala Proyek Normalisasi Sungai Pesanggerahan Paket 3

4. Direktur PT Pembangunan Perumahan

5. Ketua RW 12 Perumahan Cirendeu Permai

Denah4

Seluruh Artikel...

Wednesday, 20 June 2012

PUNGLI PUNGLI YANG DIJADIKAN ATURAN

Pungutan Rp 1.000.000,- untuk pembangunan rumah, dan Rp 500.000 untuk renovasi rumah

Alasan yang saya dengar dari pengurus terdahulu dari dilakukannya pungutan ini adalah karena pengangkutan material untuk membangun rumah atau merenovasi rumah menggunakan jalan Cirendeu Permai, sehingga dikhawatirkan jalan akan rusak. Untuk itu pengurus perlu melakukan pungutan kepada setiap orang yang membangun rumah di lingkungan perumahan ini.

Alasan keberatan saya:

1. RW tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk melakukan pungutan ini.

Berbeda dengan iuran warga yang telah menjadi kesepahaman umum, pungutan bagi orang yang membangun rumah merupakan pungutan yang sifatnya sangat khusus dan kondisional. Lepas dari apakah pungutan seperti ini sudah pernah dilakukan di tempat lain atau belum, hal ini kurang tepat bila dilakukan di perumahan kita. Kecuali kalau pengurus bisa menunjukkan perturan yang memberikan kita cukup otorisasi untuk melakukan hal ini. Tidak ada aturan resmi yang memperbolehkan secara eksplisit RW melakukan pungutan jenis ini. Tidak ada pasal dari undang-undang atau peraturan dibawahnya yang mengatur dan memperbolehkan RW memungut uang dari pembangunan rumah, baik kepada kontraktor maupun warga.

Tidak adanya korelasi yang cukup antara kerusakan jalan dan pengangkutan material

Pengangkutan material hanya terjadi beberapa kali. Namun jalan di perumahan ini dilewati oleh pengemudi dari segala penjuru yang akan memotong jalan. Selain juga oleh mobil-mobil milik penghuni komplek sendiri. Apakah pengangkutan material begitu beratnya sehingga dilewati beberapa kali langsung merusak jalan? Membuat surat penagihan atau himbauan harus memiliki dasar yang kuat sehingga tidak membuat masalah dikemudian hari.

3.· Tidak mendorong rasa kebersamaan dalam suatu wadah lingkungan perumahan

Perumahan kita terkenal sebagai perumahan kebanjiran yang banyak ditinggalkan oleh warganya. Banyak rumah kosong yang tidak dihuni di perumahan ini. Banyak warga kita yang lebih memilih tinggal di tempat yang lebih jauh tapi tidak kebanjiran daripada tinggal diperumahan kita. Kebijakan mengutip pungutan dari penghuni baru yang membangun rumah di perumahan kita sangat tidak masuk akal. Penghuni baru ini nantinya akan membayar iuran, akan menjadi warga perumahan kita dan mungkin nantinya akan menjadi calon pengurus RW. Kenapa belum apa-apa sudah dimintain duit? Begitu pula bagi warga lama yang membangun rumahnya. Mereka menikmati tinggal di perumahan ini walaupun kebanjiran. Mereka mau bayar iuran. Mereka mau bersosialisasi di sini. Kenapa membangun rumah atau merenovasi rumahnya harus dimintain duit? Itu rumah milik mereka sendiri. Kalau alasannya karena melewati jalan di perumahan kita, lalu harus lewat mana? Apa harus dikirim dengan helikopter?

4. Penentuan jumlah pungutan yang absurd dan kurang logis

Penentuan jumlah pajak yang dipungut oleh pemerintah dihitung berdasarkan perhitungan konsisten atas konstanta dan variabel yang pasti. Pungutan terhadap warga yang membangun rumah dan warga yang merenovasi rumah tidak didasarkan pada suatu hal tertentu yang dapat dipastikan. Apakah mengganti kaca nako harus bayar Rp 500.000? Apakah mengganti genting yang bocor harus bayar Rp 500.000?

Seberapa besar renovasi yang dilakukan sehingga harus bayar Rp 500.000? Siapa yang harus menentukan mana renovasi rumah yang harus dipungut bayaran mana yang tidak? Berdasarkan apa pengurus akan menentukan renovasi mana yang harus dipungut biaya. Ketidakjelasan ini akan mengakibatkan rasa ketidakadilan jika dipaksakan untuk diterapkan.

Renovasi dan membangun dari awal dalam hubungannya dengan jumlah material yang harus diangkut bersifat relatif. Sebagai ilustrasi, Renovasi besar rumah kak Seto akan memerlukan jumlah material yang kurang lebih sama dengan membangun dari awal rumah saya. Tapi karena kak Seto dalam hal ini melakukan renovasi maka Kak Seto hanya membayar Rp 500.000. Sedangkan saya harus membayar Rp 1.000.000,-. Hal ini juga akan menimbulkan kesulitan pada praktek di lapangan.

5.· Teknis penagihan di lapangan yang rawan penyelewengan

Meskipun bisa dilakukan atau diatur sedemikian rupa untuk dapat dilaksanakan dengan prosedur baku, namun hal ini tetap menjadi masalah dilapangan.

Seluruh Artikel...

Monday, 10 October 2011

Sampah

Cirendeu, 18 Maret 2011
Nomor : 061/RW/CP/III/2011
Lampiran : -
Perihal : Sampah

Kepada Yth,
Bapak/Ibu Warga Perumahan Cirendeu Permai
Di Cirendeu

Dengan Hormat,
Pada hari Kamis, 17 Maret 2011 telah diadakan penyuluhan mengenai pengelolaan dan penanganan sampah rumah tangga di Kelurahan Cirendeu. Masalah sampah telah diatur dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sampah yang menjadi pokok permasalahan kita adalah sampah rumah tangga yang menjadi tanggung jawab kita bersama.
Dalam penyuluhan tersebut, kita dan seluruh warga Tangerang Selatan dihimbau untuk menangani sampah dengan tepat dan benar. Adapun hal-hal yang harus kami sampaikan dari penyuluhan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. DILARANG KERAS bagi warga untuk membuang sampah langsung ke sungai, membuang sampah di tanah kosong yang secara hukum tidak diperuntukkan sebagai Tempat Pembuangan Sementara maupun Tempat Pembuangan Akhir sampah dan di tempat lain, selain tempat yang telah disediakan. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap undang-undang dan tindakan melawan hukum yang diancam hukuman baik kurungan maupun denda.
BACA SELURUHNYA Seluruh Artikel...

Monday, 20 September 2010

Sunda Kelapa-Jayakarta-Batavia-Jakarta-Atlantis

SUNDA KELAPA atau disebut Yo Cheng oleh pedagang Cina, pada awalnya adalah salah satu pelabuhan yang dimiliki oleh Kerajaan Pakuan-Pajajaran. Setelah melakukan ekspansi ke utara, kerajaan ini memiliki enam buah pelabuhan yaitu Banten, Pontang, Cigede, Cimanuk, Tanara, dan Kelapa. Pelabuhan Kelapa terletak di tepi Teluk Jakarta dan sering pula disebut Sunda Kelapa. Pelabuhan Kelapa kelamaan menjadi pelabuhan penting dan sangat strategis karena berada di Teluk Jakarta, dekat dengan ibu kota Pajajaran yang disebut Dayo (kota) yang terletak di Bogor sekarang. Pelabuhan ini adalah pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan lada yang dihasilkan Pajajaran, dengan pedagang dari Cina, Jepang, Gujarat dan Timur Tengah. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan bukti sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat yang dipimpin oleh raja yang bijaksana. Tome Pires ikut mencatat kemajuan jaman Sri Baduga dengan komentar : "The Kingdom of Sunda is justly governed; they are true men" (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur). Juga diberitakan kegiatan perdagangan Sunda dengan Malaka sampai ke kepulauan Maladewa (Maladiven). Jumlah merica bisa mencapai 1000 bahar (1 bahar = 3 pikul) setahun, bahkan hasil tammarin (asem) dikatakannya cukup untuk mengisi muatan 1000 kapal.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA SELURUH ARTIKEL

Seluruh Artikel...

Sunday, 29 August 2010

Banjir di Bulan Ramadhan

Sekali lagi!!! Perumahan Cirendeu Permai terendam banjir. Banjir kali ini lebih tinggi daripada banjir di bulan Juni. Tapi anehnya tidak ada pejabat daerah yang datang. Mungkin mereka sudah bosan.

Ucapan terima kasih sekali lagi kami haturkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum-Kepala Bidang Dinas Pengairan Bina Marga Tangerang Selatan Bapak Yudianto; yang membawa 2 buah perahu karet.

Aparat kepolisian yang juga memantau banjir kali ini, Kanitlantas Bapak Ginanto yang pertama kali datang di lokasi, Bapak Suljati, yang juga datang dan beberapa polisi yang saya tidak dapat sebutkan namanya.

Beberapa reporter dari AnTV yang datang meliput.

Dan reporter dari Metro TV yang manis jelita, yang datang ke Perumahan Cirendeu Permai mewawancarai Kak Seto yang saya ingin tahu namanya tapi lupa bertanya. Smoga bisa bertemu lagi.

MEKAR WIJAYA

Seluruh Artikel...

Thursday, 1 July 2010

BANJIR DI BULAN JUNI

Pada tanggal 30 Juni 2010, Perumahan Cirendeu Permai kembali dilanda musibah yang sudah biasa terjadi, yaitu banjir. Namun ada beberapa perbedaan banjir kali ini dengan musibah banjir sebelumnya. Meskipun pada dasarnya musibah banjir sama saja dari dulu hingga sekarang.

Perbedaan pertama, banjir kali ini terjadi di bulan Juni. Bulan dimana seharusnya masa kritis banjir sudah berlalu. Selama ini banjir di Perumahan Cirendeu Permai terjadi sekitar bulan Januari sampai Maret. Curah hujan yang masih tinggi sampai bulan Juni ini, memang merupakan suatu fenomena yang seingat saya belum pernah terjadi. Tahun yang lalu 2009, sebenarnya tidak terjadi banjir. Namun berhubung Bendungan Situ Gintung jebol, Perumahan Cirendeu Permai yang indah ini tenggelam. Jebolnya Situ Gintung tidak dapat dikategorikan sebagai musibah banjir. Jadi dapat kita katakan bahwa tahun 2009 tidak terjadi banjir. Pada tahun ini, kami warga Perumahan ini sudah menarik napas lega karena sudah lewat masa kritis dan tidak terjadi banjir. Itu artinya, sudah dua tahun perumahan ini tidak mengalami musibah banjir. Tapi ternyata kenyataan bicara lain.

Perbedaan kedua, saya pribadi pada banjir-banjir sebelumnya berkonsentrasi pada keluarga saya sendiri. Namun pada banjir kali ini, tepatnya sejak 1 Maret 2010, saya sudah menerima tanggung jawab sebagai sekretaris RW. Itu membuat saya sedikit agak lebih sibuk dan lebih banyak berada di luar rumah daripada mengurusi keluarga saya. Tapi syukur kepada Allah keluarga saya tidak kurang suatu apa pun.

Perbedaan ketiga, baru banjir kali ini ada banyak sekali pejabat Pemda yang datang meninjau Perumahan kami. Pada kesempatan ini saya Mekar Wijaya; selaku Sekretaris RW 12 Cirendeu Permai dan sekaligus mewakili Bapak Ketua RW Seto Mulyadi dan seluruh warga Perumahan Cirendeu Permai, menghaturkan rasa terima kasih kami kepada:

  1. Bapak Camat Ciputat Timur yang diwakili oleh Sekertaris Camat Bapak H. Deden Juardi S.Sos. M.Si, beserta jajaran Kecamatan Ciputat Timur dan Koordinator Pol PP Ciputat Timur, yang datang meninjau kami.
  2. Lurah Cirendeu Bapak Cherul Saduddin, yang sejak pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore terus memantau Perumahan kami.
  3. Kepala Bidang Dinas Pengairan Bina Marga Tangerang Selatan Bapak Yudianto; yang membawa 3 buah perahu karet. Bapak Yudi juga turut mengawasi perumahan bersama Bapak Lurah dari pagi sampai sore.
  4. Jajaran Brimob Ciputat yang datang paling awal atas usaha Bapak-bapak Polsek Ciputat; Kanit Lantas Bapak Ginanto, Kanit Patroli Bapak Sujati. Satuan Brimob beranggotakan 13 personil membawa 1 perahu karet. Bapak-bapak Brimob ini yang pertama kali bergerak dengan saya masuk ke perumahan dengan perahu karet. Saya sangat terkesan dengan komandan Brimob yang memimpin satuan ini. Saya bertanya nomor HP beliau supaya kalau ada apa-apa bisa cepat ditangani; namun beliau menjawab supaya saya menghubungi Kepolisian wilayah karena “Kami menerima panggilan per wilayah pak” katanya. Saya mau memberi beliau uang lelah, BELIAU MENOLAK!! Hebat orang ini! Ini baru Polisi pengayom dan pelindung masyarakat. Sementara majalah Tempo memberitakan bahwa ada rekening gendut Jenderal-jenderal Polisi, “dibawah” sini ada polisi yang hatinya masih baik. Kalau memang benar ada rekening itu, saya mohon supaya diblokir dan diproses dengan cara yang semestinya. Uang itu dari mana? Kenapa uang itu mengalir ke rekening Jendral-jendral Polisi? Karena kasus apa? Siapa yang memberi?
  5. Jajaran Polsek Ciputat yang diwakili oleh Babinmas Bapak Suwarto. Polsek Ciputat adalah institusi yang saya telpon pertama kali, dan langsung menanggapi dengan cepat tanggap. Terima kasih banyak kepada bapak yang menerima telepon saya yang saya tidak ingat namanya. Sewaktu saya berpikir untuk mencari perahu karet, sebenarnya saya menelpon bantuan Pemadam Kebakaran 113. Tapi nomor 113 ini tidak bisa melalui hp walaupun sudah menggunakan kode area. Saya bisa menelpon 021103 dari Hp untuk tahu waktu (“Bila gong berbunyi”) tapi menelpon 113 dalam keadaan darurat dimana telepon rumah sudah tidak bisa digunakan malah tidak bisa. Kemudian saya memutuskan untuk menelepon Polsek Ciputat.
  6. Beberapa Bapak-bapak Polisi yang mengontrol perumahan kami yang datang silih berganti sampai hampir maghrib. Bapak-bapak aparat pemda yang tidak bisa saya sebutkan namannya.
  7. Kami juga mendapat sumbangan 150 dus air mineral dari Palang Merah Indonesia Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi yang saya terima dari Bapak Lurah Saddudin, sumbangan ini merupakan sumbangan pribadi ibu Hj. Airin Rachmi Diany SH. MH. Pada setiap dus ditempel stiker yang bergambar wajah ibu Airin. 150 dus air mineral itu masih ditumpuk di teras rumah saya dan segera akan dibagikan. Teras rumah saya sekarang penuh dengan gambar wajah Ibu Airin yang cantik jelita. Terimakasih kepada ibu Airin.
  8. Berbagai pihak yang saya tidak bisa sebut satu persatu. TERIMA KASIH

Pada pagi hari sekitar pukul 9 kami, Bapak Lurah, Bapak Yudi, saya dan salah seorang warga berkunjung ke kediaman bapak Seto Mulyadi. Kami mendapat keterangan dari Bapak Yudi bahwa akan ada proyek Normalisasi Sungai Psanggrahan. Akan ada proyek pengerukan Sungai Psanggrahan sehingga kedalaman sungai dapat kembali normal dan dapat mengurangi dampak air kiriman dari Bogor, Depok dan Sawangan. Bapak Yudi juga mengatakan bahwa jembatan di Perumahan kami akan ditinggikan serta akan dibuat sodetan. Mudah-mudahan ini akan segera dapat terealisasi. Sewaktu kembali dari kediaman Kak Seto menuju depan perumahan, kami mengendarai perahu karet melewati beberapa rumah warga. Bapak Lurah Saeduddin menyapa salah seorang warga dan mengatakan dengan lantang “Ini banjir yang terakhir Pak!!”. Mudah-mudahan janji Pak Lurah sebagai Pemimpin kami kepada salah satu warga saya dapat benar-benar terjadi. Ini banjir terakhir.

Saya pernah menulis di blog ini bahwa banjir di JABODETABEK bukan semata-mata disebabkan karena curah hujan. Banjir di wilayah ini lebih banyak disebabkan karena tidak matangnya perencanaan pembangunan wilayah perkotaan. Setiap ganti gubernur, ganti kebijakan. Setiap ganti camat, ganti proyek. Camat yang satu melaksanakan satu proyek, ganti camat proyek itu dibongkar. Harus ada semacam GBHN untuk membangun sebuah kota. Saya tahu bahwa GBHN sudah dihapuskan. Tapi apakah sudah saatnya bagi Bangsa ini untuk menghapus GBHN? GBHN bisa dihapus kalau program jangka panjang 30 tahun Orde Baru berhasil. Saya tidak mengatakan Orde Baru gagal tapi kita harus bertanya apakah bangsa ini sudah mencapai tahap Lepas Landas? Yang terjadi di bulan Juni adalah Lepas Landas Buat Kekasih, yang membuat Hati saya hancur, sedih dan pilu.

Harus ada perencanaan jangka panjang yang diikuti oleh semua pejabat daerah yang menjabat. Perencanaan jangka panjang yang menyeluruh yang dibuat oleh ahli-ahli tata kota. Mungkin Perumahan yang saya tinggali ini juga tidak tepat perijinannya. Tapi perumahan ini sudah mendapatkan ijin dan sudah dibangun bertahun-tahun yang lalu. Sewaktu perumahan ini dibangun, banjir memang terjadi tetapi tidak rutin setiap musim hujan. Baru rutin setiap tahun mulai tahun 1992, dan semakin parah pada tahun-tahun selanjutnya. Mungkin ada pengaruh dari perubahan iklim dan curah hujan yang tidak menentu. Kita pernah mengalami kemarau panjang dan di bulan Desember curah hujan begitu tinggi. Tahun ini kita mengalami musim penghujan yang panjang. Tapi menurut saya, pembangunan perkotaan di Jakarta yang merupakan hilir dari semua sungai juga menjadi penyebab banjir. Pengembang-pengembang Perumahan, gedung bertingkat dan pembangunan Jalan, baik jalan tol maupun yang bukan tol, yang tidak mengindahkan saluran air bawah tanah juga menjadi penyebab banjir di Jakarta.

Integritas pejabat daerah dan pola hidup buang sampah di sungai dari rakyat kita juga menjadi penyebab banjir di JABODETABEK. Pengerukan sungai Psanggrahan di Tangerang Selatan tidak akan berpengaruh besar apabila badan sungai Psanggrahan yang di Jakarta tidak ikut di normalisasi. Banjir kanal Timur sudah hampir sempurna dibangun. Mudah-mudahan secara bertahap, masalah banjir dapat segera diatasi. Sekian dari saya, JAYALAH TERUS INDONESIA.

Seluruh Artikel...