Sunday, 11 January 2009

Komputerisasi Siklus Akuntansi Dengan EXCEL

MANUAL DAN PENJELASAN
(KOMSATCEL)
DISUSUN OLEH: MEKAR WIJAYA


Akuntansi, suatu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang seni dan cara pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dalam suatu entitas, untuk menghasilkan suatu informasi yang relatif dapat diinterpretasikan dengan baik, mengenai kondisi entitas yang bersangkutan. Akuntansi pada awalnya merupakan sistem pencatatan keuangan yang mulai berkembang di Italia karena kemjuan perdagangan dan perniagaan ditempat itu. Sekitar tahun 1340, di kota Genoa, Italia, telah berkembang suatu cara pembukuan yang menjadi dasar ilmu akuntansi sekarang.

Sejak pertama kali dirumuskan dan dibukukan oleh seorang biarawan Venesia bernama Luca Pacioli pada tahun 1494, ilmu ini telah berkembang mengikuti perkembangan para penggunanya. Namun, konsep dasar dari akuntansi yang tertuang dalam bukunya “Summa de Arithmatica, Geometrica, Propotioni et Proportionalita”, dapat dikatakan tidak berubah. Konsep dasar akuntansi adalah persamaan akuntansi.

Pada awalnya, persamaan akuntansi yang dirumuskan oleh Luca Pacioli adalah:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas

Persamaan ini menjadi bentuk baku dari apa yang sekarang disebut Neraca. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha waktu itu, terutama di Eropa, buku Luca Pacioli dibaca dan dikembangkan oleh para ahli keuangan dari Italia, Jerman, Belanda, Prancis dan Inggris. Pada sekitar abad ke-16, timbulah persamaan baru akuntansi yang lebih luas, yang melibatkan faktor-faktor pembentuk aktiva, kewajiban dan modal yaitu pendapatan dan biaya. Persamaan yang terbentuk menjadi:

Aktiva + Pendapatan = Kewajiban + Biaya + Modal

Persamaan baru ini bertahan hingga sekarang dan menjadi bentuk baku Laporan Keuangan, yaitu Neraca dan Rugi Laba.

Revolusi Industri di Inggris pada pertengahan abad ke-17 membuat perusahaan-perusahaan waktu itu membutuhkan teknik-teknik akuntansi yang memadai untuk dapat mencatat, mengukur dan menangani mekanisasi, operasional pabrikasi, dan produksi massal barang dan jasa. Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat di Amerika dan Eropa selama abad ke-18 memunculkan paradigma baru tentang akuntansi. Berkembangnya korporasi-korporasi pada abad ke-19 yang memisahkan antara pemilik dan pengelola, munculnya profesional-profesional dibidang akuntansi dan kebutuhan akan penyediaan data yang akurat serta dapat diandalkan menjadi suatu pendorong berkembangnya akuntansi menjadi suatu cabang ilmu yang memiliki sistematika yang baku. Sistematika dalam akuntansi ini disebut sebagai siklus akuntansi.

KOMSATCEL merupakan suatu program pengolahan data transaksi keuangan yang disusun menggunakan Microsoft Excel. Data-data tersebut dalam KOMSATCEL diproses dengan menerapkannya dalam siklus akuntansi dan perlakuan akuntansi untuk setiap data transaksi yang ada. Untuk dapat mencapai tujuannya, KOMSATCEL memiliki beberapa fitur-fitur penyusun dan fasilitas pendukung yang memiliki fungsi yang berbeda. Fitur-fitur dalam KOMSATCEL dibuat sedemikian rupa sehingga sama atau paling tidak menyerupai fitur-fitur dalam siklus akuntansi manual. Hal ini sengaja dilakukan agar semua orang meskipun memiliki pengetahuan akuntansi yang terbatas tetap dapat mengerti dan dapat menggunakan program ini.

Program yang baik adalah program yang mudah digunakan untuk segala kalangan dan tingkat pendidikan yang beragam. Semakin banyak kalangan yang dapat mempergunakan suatu program, maka dapat dikatakan program itu semakin baik. KOMSATCEL disusun untuk memudahkan pencatatan transaksi keuangan dan menyimpan data-data tersebut dalam bentuk file. Kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan program ini adalah cara mengoperasikan komputer, pengetahuan mengenai Microsoft Excel dan sedikit pengetahuan pembukuan.

KOMSATCEL disusun untuk memenuhi kebutuhan penyusunan Laporan Keuangan, yang merupakan hasil akhir dari siklus akuntansi. KOMSATCEL dapat dipergunakan baik oleh perorangan atau pribadi maupun perusahaan. Karena berbasis Microsoft Excel, KOMSATCEL dapat dengan mudah diadaptasi oleh para pengguna. Program ini menggunakan rumus dan fungsi dalam Microsoft Excel yang sudah lazim digunakan dan terhitung sederhana. Oleh karena itu, KOMSATCEL mudah dimodifikasi dan diimplementasikan pada hampir semua bentuk perusahaan. KOMSATCEL dapat disesuaikan dengan mudah oleh siapa saja yang tentunya memiliki cukup pengetahuan tentang program Microsoft Excel. Dapat dikatakan bahwa program ini merupakan program yang bebas-kembang tanpa menciptakan ketergantungan kepada si pembuat.

Modul standar KOMSATCEL adalah modul General Ledger (Buku Besar), modul Account Receivable (Piutang Dagang) dan modul Account Payable (Hutang Dagang). Modul standar ini masih ditambah dengan rincian tiap akunnya sesuai dengan kondisi yang diinginkan serta analisa ratio dalam satu buku kerja atau file. KOMSATCEL dapat dengan mudah diperluas cakupannya dengan penambahan modul tertentu. Modul yang disediakan oleh penyusun adalah modul Taxation (perpajakan; PPh pasal 25 badan dan PPN, langsung terbentuk form SPT), modul Fixed Asset (aktiva tetap), modul Inventory (persediaan), dan modul Human Resources Departemen (Sumber Daya Manusia; PPh pasal 21).

Buku manual ini menjelaskan mengenai fitur dan cara-cara menggunakan program KOMSATCEL sehingga dapat berfungsi dengan maksimal. Dalam buku ini tidak dijelaskan mengenai detil rumus dan fungsi yang digunakan namun lebih pada cara kerja dan siklus akuntansinya saja. Rumus dan fungsi dalam program ini dapat terlihat jelas dalam Formula Bar. Bagi yang sudah mengerti tentang rumus-rumus tersebut boleh memodifikasi sesuai keinginan; namun jika belum, penulis menyarankan untuk tidak merubahnya.

Pertama-tama akan dijelaskan mengenai siklus akuntansi dalam ilmu akuntansi dan penerapan siklus akuntasi tersebut dalam KOMSATCEL. Pada bab ini, akan sekaligus dijelaskan langkah-langkah dan fitur yang ada dalam KOMSATCEL. Dengan penjelasan ini, diharapkan para pengguna dapat mengerti dan memahami bagaimana KOMSATCEL “berpikir”. Hal ini diperlukan untuk menjamin agar bentuk dan cara pengisian Jurnal dalam KOMSATCEL dapat konsisten dilakukan.

Bab selanjutnya membahas studi kasus penggunaan program ini yang diimplementasikan pada sebuah perusahaan fiktif bernama PT ABC. Dalam bab ini akan dijelaskan langkah-langkah penjurnalan transaksi dan pengaruhnya pada Neraca dan Rugi laba. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam bab ini, karena secara obyektif penulis harus mengakui bahwa KOMSATCEL yang disusun dengan program Microsoft Excel ini memiliki berbagai kekurangan jika dibandingkan dengan sistem yang dibangun dengan bahasa pemrograman yang memiliki data base sendiri. Namun demikian, kekurangan-kekurangan tersebut dapat diminimalisir dengan metode pencatatan yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk menutup kelemahan yang ada dalam program ini. Metode pencatatan inilah yang akan dijelaskan pada bab ini.

Bagian terakhir merupakan penutup, dimana akan dijabarkan Studi Kasus PT ABC dari awal siklus akuntansinya, seperti input saldo awal, jurnal dan kode pemasok/pelanggan, sampai pada laporan keuangan, analisa rasio dan laporan arus kas. Dari sini pengguna dapat mempelajari cara kerja KOMSATCEL dengan baik. Pengetahuan komputer yang memadai akan dapat membuat hidup kita lebih mudah. Kapasitas kerja kita dapat bertambah berlipat ganda dan kita terdidik untuk menjadi “smartworker”. Dengan disusunnya program ini saya sebagai penulis berharap dapat turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan harkat hidup rakyat Indonesia dengan cara yang penulis mampu lakukan.

No comments:

Post a Comment