TAQWA
Hati yang hampa sedih merana
Jiwa yang sepi gundah gulana
Pikiran kosong mereka-reka
Raga dan rasa menanggung derita
Takut dan resah melanda hari
Rasa khawatir menyiksa diri
Was-was curiga datang hampiri
Mendera kalbu ikat jemari
Pikiran aneh seakan terjadi
Panik dan bingung makin menjadi
Sikap perilaku tak terkendali
Rasa ingin celakai diri
Shalat puasa terasa percuma
Tak mampu usir derita dan tanya
Menapak jauhi nilai agama
Jadi makanan iblis durjana
Bila ada Taqwa di hati
Raga dan rasa takkan tersiksa
Rasa khawatir takkan menyiksa
Shalat puasa takkan percuma
Manusia harus sering bertanya
Untuk apa dirinya ada
Manusia harus terus mencari
Kemana dia akhirnya nanti
Membaca alam teliti semesta
Mengerti agungnya Maha Pencipta
Suratan takdir kehendak pasti
Makhluk dan hamba hanya meniti
Ikhlas jalani ruku’ dan sujud
Bersyukur pada Yang Maha Wujud
Berbuat baik pada sesama
Tidak memilih tak harap menerima
Memandang tinggi diri sendiri
Membuat buta pikir dan hati
Memandang rendah sesama makhluk
Membuat iblis jadi penakluk
Hidup di jalan Ridha Ilahi
Seperti meniti pematang rapuh
Tak hati-hati pasti kan jatuh
Hidup percuma mati tak sudi
Syukur dan Pasrah kuatkan jiwa
Bekal ilmu kuatkan pikir
Percaya pada Pemberi Nyawa
Usaha dan do’a temani zikir
Tumbuh iman didalam diri
Hidup berguna tak takut mati
Liang lahad menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali
Tenang di rasa hati yang damai
Tajamkan akal sehatkan raga
Walau sendiri terasa ramai
Bisikan iblis takkan terasa
Ujian cobaan silih berganti
Masalah hidup semua alami
Jika ada taqwa di hati
Pikir dan asa mampu atasi
Hati yang hampa sedih merana
Jiwa yang sepi gundah gulana
Pikiran kosong mereka-reka
Raga dan rasa menanggung derita
Rasa khawatir menyiksa diri
Was-was curiga datang hampiri
Mendera kalbu ikat jemari
Pikiran aneh seakan terjadi
Panik dan bingung makin menjadi
Sikap perilaku tak terkendali
Rasa ingin celakai diri
Shalat puasa terasa percuma
Tak mampu usir derita dan tanya
Menapak jauhi nilai agama
Jadi makanan iblis durjana
Bila ada Taqwa di hati
Raga dan rasa takkan tersiksa
Rasa khawatir takkan menyiksa
Shalat puasa takkan percuma
Manusia harus sering bertanya
Untuk apa dirinya ada
Manusia harus terus mencari
Kemana dia akhirnya nanti
Membaca alam teliti semesta
Mengerti agungnya Maha Pencipta
Suratan takdir kehendak pasti
Makhluk dan hamba hanya meniti
Bersyukur pada Yang Maha Wujud
Berbuat baik pada sesama
Tidak memilih tak harap menerima
Memandang tinggi diri sendiri
Membuat buta pikir dan hati
Memandang rendah sesama makhluk
Membuat iblis jadi penakluk
Hidup di jalan Ridha Ilahi
Seperti meniti pematang rapuh
Tak hati-hati pasti kan jatuh
Hidup percuma mati tak sudi
Syukur dan Pasrah kuatkan jiwa
Bekal ilmu kuatkan pikir
Percaya pada Pemberi Nyawa
Usaha dan do’a temani zikir
Tumbuh iman didalam diri
Hidup berguna tak takut mati
Liang lahad menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali
Tenang di rasa hati yang damai
Tajamkan akal sehatkan raga
Walau sendiri terasa ramai
Bisikan iblis takkan terasa
Ujian cobaan silih berganti
Masalah hidup semua alami
Jika ada taqwa di hati
Pikir dan asa mampu atasi
HATI
Segumpal darah didalam diri
Selalu dibawa kemana pergi
Penentu jiwa yang tak pasti
Kadang Bahagia kadang sedih tak terperi
Tempat bernaung hidayah Ilahi
Fitrah manusia mulia insani
Tempat nafsu menggoda hari
Medan perang yang tak berhenti
Jika setan merasuk hati
Racuni pikiran rusak logika
Hilang fitrah hinakan diri
Ikuti sifat Iblis durjana
Takwa dan syukur pada Ilahi
Setan dan Iblis pastilah pergi
Shalat dan sujud jadi berarti
Muliakan jiwa sucikan hati
Hati bersih berpendar pualam
Bentuk perilaku sahabat alam
Ikhlas di hati hilangkan kelam
Seperti bulan terangi malam
Segumpal darah didalam diri
Selalu dibawa kemana pergi
Penentu jiwa yang tak pasti
Kadang Bahagia kadang sedih tak terperi
Tempat bernaung hidayah Ilahi
Fitrah manusia mulia insani
Tempat nafsu menggoda hari
Medan perang yang tak berhenti
Jika setan merasuk hati
Racuni pikiran rusak logika
Hilang fitrah hinakan diri
Ikuti sifat Iblis durjana
Takwa dan syukur pada Ilahi
Setan dan Iblis pastilah pergi
Shalat dan sujud jadi berarti
Muliakan jiwa sucikan hati
Hati bersih berpendar pualam
Bentuk perilaku sahabat alam
Ikhlas di hati hilangkan kelam
Seperti bulan terangi malam
IKHLAS
Burung terbang menyongsong pagi
Tinggalkan sarang mengais rizki
Terbang pulang di senja hari
Lambung penuh syukur di hati
Angin berhembus terbangkan sari
Jatuh di bunga penebar wangi
Terwujud buah hukum alami
Kehendak Allah pasti terjadi
Mentari terang hangatkan bumi
Cahaya bulan redup sinari
Bintang berkedip di malam sunyi
Sampai Sang Akhir tentukan hari
Jiwa yang lemah hati yang sepi
Abaikan inti kitab islami
Makna hidup tak disadari
Rasa syukur tak hinggap di hati
Angan kosong seakan terjadi
Pikiran larut nafsu tirani
Harapan hampa menjadi mati
Ditelan gelombang tak timbul lagi
Ikhlas di jiwa mulia di hati
Percaya pada takdir Ilahi
Janji Sang Khalik 'kan ditepati
Tenang di Jiwa tentram di hati
Berbuat baik tak harap kembali
Rasa tak akan berubah benci
Berharap hanya ridha Ilahi
Hari kemudian tidak merugi
Kenali diri kunci mengerti
Jati diri kan terselami
Iman di dada semoga abadi
Tak terkikis penyakit hati
Ingatlah hari tlah dijalani
Liang kubur menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali
Hanya jiwa yang dibawa pergi
Burung terbang menyongsong pagi
Tinggalkan sarang mengais rizki
Terbang pulang di senja hari
Lambung penuh syukur di hati
Angin berhembus terbangkan sari
Jatuh di bunga penebar wangi
Terwujud buah hukum alami
Kehendak Allah pasti terjadi
Mentari terang hangatkan bumi Cahaya bulan redup sinari
Bintang berkedip di malam sunyi
Sampai Sang Akhir tentukan hari
Jiwa yang lemah hati yang sepi
Abaikan inti kitab islami
Makna hidup tak disadari
Rasa syukur tak hinggap di hati
Angan kosong seakan terjadi
Pikiran larut nafsu tirani
Harapan hampa menjadi mati
Ditelan gelombang tak timbul lagi
Ikhlas di jiwa mulia di hati
Percaya pada takdir Ilahi
Janji Sang Khalik 'kan ditepati
Tenang di Jiwa tentram di hati
Berbuat baik tak harap kembali
Rasa tak akan berubah benci
Berharap hanya ridha Ilahi
Hari kemudian tidak merugi
Kenali diri kunci mengerti
Jati diri kan terselami
Iman di dada semoga abadi
Tak terkikis penyakit hati
Ingatlah hari tlah dijalani
Liang kubur menanti pasti
Kepada Pencipta kita kembali
Hanya jiwa yang dibawa pergi

No comments:
Post a Comment