Tuesday, 19 April 2011

Kekacauan Bangsa Bangsa dan Tidak Berfungsinya Perserikatan Bangsa Bangsa

Saya ingin mengutip sebagian tulisan Bung Karno tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang saya ambil dari buku berjudul “API PERJUANGAN RAKYAT, Kumpulan tulisan terpilih Bung Karno”. Buku ini disusun oleh Pataniari S. diterbitkan oleh Kekal Indonesia, cetakan pertama, 2002, halaman 234-237. Tulisan ini ditulis oleh Bung Karno pada saat memutuskan Indonesia keluar dari keanggotaan PBB.

Mengenai Perserikatan Bangsa Bangsa telah kuuraikan kelemahan-kelemahannya dalam pidatoku di hadapan Sidang Umum PBB di tahun 1960.

  1. Pertama: Kedudukan PBB berada dalam wilayah salah satu negara yang menjadi pelaku utama dalam perang dingin. Dan di jaman perang urat syaraf ini haruslah ia dipindahkan ke Jenewa, Asia, Afrika atau daerah netral lainnya diluar lingkungan salah satu blok.
  2. Kedua: PBB dilahirkan di saat umat manusia sedang bangkit kembali dari Neraka Peperangan. Dalam banyak hal Piagamnya mencerminkan konstelasi dan kekuatan pada saat ia dilahirkan, tidak mencerminkan kenyataan sekarang. PBB sekarang bukan lah PBB di bulan Juni di San Fransisco dua puluh tahun yang lalu, pula dunia sekarang bukanlah dunia yang sama dengan dunia pada dua puluh tahun yang lalu. Kalau seharusnya mereka menyelesaikan krisis secara cepat dan menentukan, maka sikapnya yang tegang dan lamban terhadap keadan dunia memalsukan tujuan semula bagi tercapainya penyelesaian. Indonesia telah mengajukan dua buah sengketa yang hangat pada PBB-Irian Barat dan Malaysia, tapi dalam kedua persoalan ini tidak didapatkan penyelesaian. PBB hanya menjadi medan perdebatan.

    Kami memandang PBB dengan harapan yang besar dan kekuatiran yang besar. Dengan harapan besar, karena pernah berfaedah dalam perjuangan untuk kehidupan nasional kami. Kami memandangnya dengan kekuatiran besar, karena kekurangan-kekurangannya dapat menghancurkannya, dan ini akan membinasakan harapan umat manusia bagi tercapainya hari depan yang tenteram dan bersatu. 

Baca Seluruh Artikel 

 

 

 

No comments:

Post a Comment