Friday, 23 January 2009

Kedewasaan Masyarakat Di Dunia Baru

Ptolemy atau Claudius Ptolemeus membuat hipotesis bahwa ada sebuah daratan luas di belahan bumi sebelah barat yang membuat bumi ini menjadi seimbang. Columbus mempelajari karya Ptolemy dan mengungkapkan hipotesis pula bahwa jika seorang berlayar terus ke Barat, ia juga akan sampai ke Asia di Timur; dan ditengahnya akan ditemukan "Mundus Novus"; The New World; Dunia Baru. Pelayarannya dengan Santa Maria, Pinta, dan Nina gagal sampai di Asia dari jalur Barat namun menjadikannya orang Eropa pertama yang mendarat di Benua Amerika tepatnya di Amerika Selatan. Pendaratan ini mengakibatkan terjadinya Colombian Exchange (Pertukaran Kolombia); yaitu berpindahnya penyakit, hewan, tumbuhan, manusia dan budaya dari Eropa ke Amerika dan dari Amerika ke Eropa

Tahun 1776, Thomas Jefferson menyusun sebuah naskah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat yang terdiri dari tiga bagian. John Adams dan Benjamin Franklin memberikan sedikit koreksi pada teks deklarasi ini. Teks ini merupakan cita-cita pendiri bangsa Amerika dan dasar sosio-politik atas berdirinya Amerika Serikat. Bagian awal dari teks tersebut adalah sebagai berikut:

...We hold these Truths to be self-evident, that all Men are created equal, that they are endowed, by their CREATOR, with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty, and the Pursuit of Happiness...

teks deklarasi ini berpengaruh besar pada kehidupan sosial rakyat Amerika setelah perang kemerdekaan. Pada awal bangsa ini mencari jati dirinya dan rakyatnya belajar untuk meleburkan diri dalam suatu wadah komunitas yang disebut bangsa.

Andrew Jackson menjelang kematiannya pernah berkata:.

My dear children, and friends, and servants, I hope and trust to meet you all in heaven, both white and black.... both black and white

Kenyataan bahwa warga kulit hitam keturunan Afrika merupakan bagian dari masyarakat Amerika sulit diterima oleh mayoritas masyarakat Amerika. Minoritas kulit hitam di Amerika tetap dipandang sebagai warga kelas tiga atau empat, hingga akhirnya pecah perang saudara di Amerika.

Abraham Lincoln pada saat memutuskan perang kepada penduduk negara bagian yang memberontak berkata:

I have no purpose, directly or indirectly, to interfere with the institution of slavery in the states where it exist. I believe I have no lawful right to do so, and I have no inclination to do so..... The government will not assail you. You can have no conflict, without being yourselves the aggressors. You have no oath regiestered in heaven to destroy the government, while I shall have the most solemn one to preserve, protect and defend it.

Sebagai presiden Abraham Lincoln tidak berhak mencampuri urusan perbudakan di negara bagian yang undang-undangnya mengijinkannya. Namun, sebagai presiden ia berkewajiban memelihara keutuhan negaranya dimana ia bersumpah untuk melestarikan, menjaga, dan melindungi. Ini adalah konsep negara yang tidak bisa ditawar. Sekali negara itu bersatu pada satu jaman dan waktu, tidak bisa pada jaman yang lain dengan manusia-manusia yang berbeda berkehendak untuk memisahkan diri. Jadi kalau ada negara bagian atau daerah yang ingin memisahkan diri, perang dulu.

Berbeda dengan Timor Timur. Sekitar tahun 1963, perwakilan dari Pejuang Kemerdekaan Timor Timur mempertaruhkan nyawa mereka pergi ke Jakarta. Waktu itu Timor Timur masih dalam kancah perang saudara; perjalanan ke Jakarta merupakan perjalanan yang sangat berbahaya. Mereka datang ke Jakarta untuk bertemu Bung Karno dan mengajukan permintaan supaya Timor Timur dapat bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bung Karno tidak bersedia menemui mereka dan mengutus Asmara Hadi dan Winoto Danuasmoro untuk menyampaikan pesan Bung Karno:

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah dari Sabang sampai Merauke. Tidak boleh dikurangi satu jengkal pun dan tidak boleh ditambah satu jengkal pun. Karena hal itu dapat membahayakan kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa datang

Timor Timur BUKAN merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa mengurangi penghargaan dan rasa hormat saya kepada para pejuang dan anggota TNI yang ikut dalam operasi untuk merebut Timor Timur, aneksasi Indonesia terhadap Timor Timur tidak pernah diakui PBB. Hal itu merupakan akibat tidak langsung dari perang dingin yang sedang panas-panasnya waktu itu. Terpisahnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia BUKAN merupakan disintegrasi bangsa. Pada saat perang dingin sudah selesai, tidak ada lagi legitimasi bagi Indonesia untuk terus mengakui Timor Timur sebagai salah satu provinsinya. Bapak Baharuddin Jusuf Habibie BUKAN Bapak Disintegrasi Bangsa. Disintegrasi bangsa tidak punya bapak. Begitu pula pembangunan; juga tidak punya bapak.

Perbedaan warna kulit dalam sejarah Amerika merupakan suatu masalah besar yang harus diselesaikan oleh bangsa ini. Konsep berpikir yang ada selama ratusan tahun hidup bernegara sangat sulit untuk dihilangkan. Warga kulit hitam tetap menerima diskriminasi dan hal ini terus berjalan tanpa perlawanan sampai sekitar 1940-an. Presiden Franklin Delano Roosevelt mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang diskriminasi  dalam masalah tenaga kerja pada perusahaan yang bekerja dibawah kontrak pertahanan pemerintah.

Tahun 1963, John F. Kennedy sebagai presiden Amerika pernah berkata:

“Now the time has come for this nation to fulfill its promises ... to act, to make a commitment it has not fully made in this century to the proposition that race has no place in American life or law.”

Kennedy mendorong tumbuhnya anti-rasialisme di Amerika. Ia juga mendesak konggres untuk meloloskan Undang-undang Hak Sipil yang menjamin warga kulit hitam memiliki hak untuk memilih, mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah umum. Waktu Kennedy mengatakan hal ini, opini masyarakat Amerika padanya turun drastis. Namun ia tetap dan terus berpidato menentang rasialisme. Akhirnya presiden ini pun dibunuh. Namun ide-ide dan konsepnya tentang anti rasialisme tetap dijalankan.

Martin Luther King. Jr, seorang kulit hitam yang memperjuangkan hak-hak sipil juga pernah berkata:

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: ‘We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.’ … I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.”.

Martin Luther King akhirnya dibunuh.

Persatuan rakyat Amerika sebagai bangsa yang solid merupakan cita-cita pendiri bangsanya dan orang-orang besar yang pernah memimpin negeri ini. Persamaan hak dalam segala bidang kehidupan pada setiap warga Amerika tanpa memandang warna kulit, keturunan, dan ras merupakan perjuangan panjang yang berat. Amerika sebagai bangsa telah menyelesaikan masalah internalnya.

21 Januari 2009, Barack Hussein Obama, seorang warga negara Amerika berkulit hitam keturunan Afrika dilantik menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat. Sebuah keluarbiasaan. Tonggak sejarah yang fenomenal. Menunjukan bahwa rakyat Amerika telah benar-benar matang sebagai warga negara dengan kesadaran yang tinggi dalam hidup bernegara. Sebuah kemauan bersama rakyat Amerika untuk mewujudkan mimpi para pendiri bangsanya. Sebuah bukti bahwa negara adalah konsep yang harus mengatasi konsep suku, agama, ras dan antar golongan. Konsep negara bisa menyatukan masyarakat yang berbeda kultur, agama dan rasnya. Sebuah negara yang bersatu bisa mensejahterakan rakyatnya. Sejarah membuktikan bahwa agama tidak bisa mempersatukan masyarakat. Agama terpecah-pecah tergantung pemimpin agamanya. Sampai hari kiamat menjelang, Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan pernah menjadi negara agama.

Sebuah harapan baru tumbuh di bumi ini. Janji akan terjadi perubahan. Perubahan yang membawa kebaikan pada dunia. Pada negara-negara Islam, negara-negara miskin dan negara-negara yang bukan "teman" Amerika. Ada bagian pidato Obama yang menarik:

To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect. To those leaders around the globe who seek to sow conflict, or blame their society's ills on the West — know that your people will judge you on what you can build, not what you destroy. To those who cling to power through corruption and deceit and the silencing of dissent, know that you are on the wrong side of history; but that we will extend a hand if you are willing to unclench your fist.

To the people of poor nations, we pledge to work alongside you to make your farms flourish and let clean waters flow; to nourish starved bodies and feed hungry minds. And to those nations like ours that enjoy relative plenty, we say we can no longer afford indifference to suffering outside our borders; nor can we consume the world's resources without regard to effect. For the world has changed, and we must change with it.

Benarkah akan ada mutual interest dan mutual respect untuk dunia Islam? Atau hanya dunia yang memiliki minyak saja? Benarkah pemimpin korup memang berada pada sisi yang salah dalam sejarah? Atau hanya pemimpin yang melawan kebijakan Amerika saja yang salah sisi dalam sejarah.

Benarkah Amerika dengan paham kapitalismenya akan work alongside? Akankah kebun di negara miskin akan subur dan berbuah sehingga buahnya bisa dimakan? bukan hanya disuruh menanam kemudian buahnya diambil, diolah dimasukkan dalam kaleng dan si pemilik kebun disuruh beli? Akankah air bersih akan mengalir? Tubuh yang lapar akan kenyang? Pikiran yang lapar akan diberi makan? Atau hanya memberikan program mimpi indah dari Lembaga Keuangan Dunia yang tidak ada faedahnya buat negara miskin? Benarkah kekayaan alam dunia yang anda nikmati akan anda hargai? Kekayaan alam Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang mengalir ke tanah Amerika dan diolah kemudian dijual lagi ke Indonesia akan dihargai?

Suatu harapan tumbuh bagi Indonesia mendengar pidato tersebut. Negara ini cukup kaya untuk memberi makan rakyatnya. Cukup kaya untuk menciptakan lapangan kerja sehingga rakyatnya bisa kerja. Cukup kaya untuk menyekolahkan rakyatnya sehingga rakyatnya terdidik. Tata Dunia yang tidak adil yang sayangnya diikuti saja oleh orang-orang korup di negeri ini membuat bangsa yang besar ini menjadi kerdil.

Apabila terjadi dan benar-benar terjadi perubahan, semoga perubahan itu sampai di Indonesia. Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik. Berubah menjadi lebih baik. Tidak sembarang berubah mengikuti arus yang salah dan tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Berubah menjadi lebih baik.

No comments:

Post a Comment